Kuhidup dimana, entahlahSepi menyelimuti dunia yang resahMarah, kuingin meletup dan berkobarTapi ku tercekik, terdiam, sepi ..Mendidih, membara, terbakarKurasa bebas, tapi terpenjaraSepi menyelimuti dunia yang resahHembusan angin malam, sepoi-sepoiBiarlah... hanya ini penyejukkuMencari cahaya ..
Satu Dua Tiga ...Hahahahaha ....Hihihihihi ....Hehehehehe ....Grrrr grrrr ....Uahmmm uahmm ...Hik hik hik ...Hua hua hua ...Sebentar lagi, sebentar lagiKita kan menghadapi bersamaDengan seribu satu ekspresiSemua mata memandangnyaAkankah semua ini indah?Akankah semua ini bermakna?Akankan semua ..
Gembiralah wahai bidadari kecilBerjalan kesana kemari dengan santainyaMencari sesuatu yang membuatmu berpalingDengan senyum menghias di bibirmuSenyumlah mentari ku .. senyumlahUsah kau hirau beban ayah bundamuDemi senyummu yang secerah mentari pagiDan tawamu yang seringan kapasJangan kau takut ..
Jangan ...jangan lagi kau tambahsudah ...sudah cukup kau jejaliCemas ku mendengarnyaSedih ku melihatnyaJijik ku merasakanBingung ku memikirkanMengapa kau terus tunjukkanMengapa kau terus sajikanMengapa kau terus nyatakanMengapa kau terus teriakkanTidak ada lagikah yang baikTidak ada lagikah ..
Kutengok sudut kotaKutengok sepanjang jalan Kutengok atap rumah berderetKutengok dahan pohon menghijauAda merahAda biruAda kuningAda putih .. ada semuaPelangi .. seperti pelangiBermacam warna merubah suasanaSemarak .. memang semarakTapi indah tidaklah adaKenapa pelangi tak lagi indahWarna ..